![]() |
| Foto Kegiatan Muswil II PPI NTT |
KUPANG. Warta Edukasi Publik___ Pengurus Provinsi Periset Indonesia (PPI) Nusa Tenggara Timur secara resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II di Kupang. Forum tertinggi organisasi tingkat provinsi ini menjadi ajang strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, merumuskan program kerja baru, sekaligus memilih Ketua Pengurus Provinsi PPI NTT periode mendatang, Muswil Di usung Tema Perkuat Kolaborasi Untuk Mendukung Riset dan Inovasi Daerah.
Ketua Umum Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) Prof. Ir. Syahrir Ika, M.M., sambutannya beberapa poin penting: Penguatan Ekosistem Riset: Pentingnya membangun peta jalan riset untuk melahirkan peraih penghargaan internasional seperti Nobel. Pengembangan Kapasitas Periset: Komitmen PPI dalam mendampingi dan meningkatkan kompetensi karier serta pengelolaan kinerja anggota (misalnya terkait Sasaran Kinerja Pegawai/SKP). Kolaborasi Strategis: Ajakan kepada seluruh periset untuk terus bersinergi dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan bangsa.
Syahrir memaparkan sejumlah prioritas strategis, seperti meningkatkan kapasitas periset melalui pelatihan dan pengembangan karier, memperkuat jaringan internasional untuk membuka peluang kolaborasi riset global terutama untuk cita-cita periset Indonesia meraih Nobel, serta mendorong advokasi kebijakan berbasis penelitian untuk memastikan hasil riset berdampak nyata bagi pembangunan nasional.
Ia menyebut saat ini terdapat sejumlah tantangan dalam dunia riset, seperti dana riset yang dinilai kurang memadai serta kurangnya pengakuan terhadap profesi periset.
"Tantangan ini harus kita ubah menjadi peluang. Transformasi organisasi adalah kunci untuk menjadikan PPI lebih mandiri dan profesional. Kita harus memastikan setiap hasil riset memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan," ujarnya.
Syahrir juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, sektor swasta, maupun lembaga internasional.
"Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, riset memegang peran sentral dalam inovasi dan daya saing bangsa," katanya.
Ketua Panitia Dr. Helena da Silva, SP, M.Si dalam sambutannya ia ingin memperkuat kebersamaan, konsolidasi, dan komitmen kita dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di Nusa Tenggara Timur. Kita menyadari bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya alam, keanekaragaman hayati, serta kekayaan sosial dan budaya yang luar biasa. Namun, pada saat yang sama, kita juga menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan dukungan riset yang kuat, relevan, dan berbasis bukti. Karena itu, peran periset menjadi semakin strategis. Periset tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu membangun jejaring, memperkuat kolaborasi lintas lembaga, dan mendorong agar hasil-hasil riset dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebijakan dan pembangunan daerah.
Melalui Musyawarah Wilayah II ini, kita ingin memperkuat sinergi antara periset di BRIN, Bapperida, BRIDA, dan perguruan tinggi.
Kita juga ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memperkuat kelembagaan PPI di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tandas Helena
dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PPI, Pengurus Provinsi, serta seluruh perwakilan Instansi terkait
1. BRIN KSL TILONG 11 Orang
2. Bapperida Provinsi NTT 32 Orang
3. BRIDA Kota Kupang 7 Orang
4 . BRIDA Kabupaten Kupang 3 Orang
5. Politeknik Pertanian Negeri Kupang 8 Orang
6. Politeknik Kupang 2 orang
7. Universitas Nusa Cendana Kupang 10 Orang
8. Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 8 Orang
9 . Universitas Muhammadiyah Kupang 6 Orang
10. Universitas Katholik Widya Mandira Kupang 6 Orang
11. Universitas UPG 45 Kupang 3 Orang
12 . Universitas Timor
WEP02
